BAB 26 Permintaan Alya Hidup memang penuh misteri. Sebagai manusia biasa, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup kita di kemudian hari. Naya tengah menenangkan diri. Duduk sendiri di taman rumah sakit tidak jauh dari ruang perawatan Alya. Ia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa peri kecil itu adalah buah hati Gasta. Rasanya begitu menyakitkan bagi Naya. Ia telah berusaha keras menghapus Gasta dari ingatan, menghapus segala duka yang telah lama mendera. Namun kini, nasi telah menjadi bubur. Naya dengan Alya sudah begitu dekat. Entah apa yang membuat keduanya selalu merasa membutuhkan satu sama lain. Tidak mudah jika Naya harus meninggalkan Alya begitu saja. Anak tak berdosa itu tentu akan mencarinya. Seseorang tiba-tiba datang menawarkan minuman dalam cup yang terl

