Bab 92 : Sudah Saatnya

1197 Kata

“Tapi kenapa, Frans?” “Begini, Pak. Hilmi hanya memberi waktu sekitar satu minggu. Artinya, Mia sudah harus berangkat.” Agit semakin tersentak. Dengan begitu, Mia harus mempersiapkan semuanya. Namun, Mia masih nyaman berada di rumah. “Kamu udah ngurus semua?” Frans mengangguk mantap. “Sudah, Pak.” “Berangkat saja tiga hari lagi. Urusan Akram dan di sini biar bapak yang kerjakan.” Frans terlonjak senang. Artinya rencananya untuk bisa lebih dekat dengan Mia bisa segera tercapai. Meski ia tahu Mia sudah menjadi istri Akram, tetap saja ia ingin mencoba yang terbaik. “Baik, Pak.” “Sekarang hubungi Humaira, Frans.” “Siapa, Pak?” “Humaira. Tidak mungkin kalian pergi hanya berdua.” Deg! Jantung Frans seakan berhenti pada detik itu. Ia tak salah mendengar bukan? Ayahnya benar-benar meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN