Bab 93 : Menyusun Kenangan

1164 Kata

Akram mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan sedang. Jalanan di sekitaran wilayah Magelang Jogja pada minggu pagi terbilang cukup ramai. Untuk itu, ia memilih mencari jalan alternatif yang tentunya tidak dikenali oleh Mia. “Kita mau ke mana, Mas? Katanya ke Jogja?” tanya Mia yang duduk di jok belakang. Akram tak menanggapi. Ia memang hanya menyebutkan nama kota saja tanpa detail tempat yang akan mereka kunjungi. Toh ia tak salah, karena memang lokasinya berdekatan dengan kota gudeg tersebut. Mia berdecak kesal. Pasalnya, Akram kerap membuatnya penasaran dan hal itu sangat tidak menyenangkan. Demi membunuh kebuntuan berpikir mengenai tempat tujuan mereka, Mia mengedarkan pandangannya. Ia menyaksikan keramaian kendaraan yang melintas di sisi kanan dan kiri mereka. Ada banyak hal yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN