Bab 94 : Bagian Tersulit

1054 Kata

Mia tertegun mendapati tempat yang ada di depannya. Ia kira Akram masih akan melanjutkan perjalanan, namun pria itu tidak memacu sepeda motornya lagi. "Nggak salah, Mas?" tanya Mia memastikan. "Nggak. Katanya ada wahana baru." "Udah ngecek?" Akram tersenyum hingga barisan gigi bagian depannya terlihat. "Belum." "Udah masuk dulu, lah. Ayuk!" Mia hanya bisa menggeleng. Ini pertama kali tentunya ia mengunjungi salah satu mall yang sedang naik daun itu. "Bentar, Mi," ujar Akram seraya membuka ponselnya lagi. "Aku cek bentar," imbuhnya. "Iya, Mas." Seperti biasa Mia menanti dengan sabar. Beberapa orang melewati mereka. Dari wajah-wajahnya menampakkan semangat liburan yang menggebu. Akhir pekan tentu menjadi incaran bagi para pekerja yang mungkin terbilang sibuk. "Sip. Udah buka, Mi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN