Mia mengangguk kecil dalam rengkuhan Akram. Ia mencoba memahami setiap ucapan suaminya, tapi tetap saja berat baginya. "Kita keluar dulu yuk," ajak Akram setelah sadar menjadi pusat perhatian. Mia lagi lagi mengangguk. Ia pasrah saja saat Akram menggandeng tangannya. Antusias Mia menguap di udara. Ia tak lagi berminat menjelajah SCH mall setelah apa yang ia dengar dari Akram. Fokusnya pun terbagi. "Makan dulu ya. Apa mau cari minum?" tanya Akram memecah keheningan. Setelah keluar dari ice skating arena, Mia diam saja. "Nggak usah, Mas. Kita pulang aja." Akram menilik jam tangannya. "Belum sore, Mi. Masih siang," kelakarnya. "Pulang aja." "Hmmm ... gini ya kalau ngambek?" "Apaan, Mas?" "Tadi aku bilang nggak bisa ikut karena memang aku gak mungkin ninggalin kota ini, Mi. Kamu tau

