Setelah Akram dan Mia dari rumah sakit, mereka melanjutkan perjalanan. Mia yang secara tak sengaja mendengar penuturan Akram terkait utang menjadi kepikiran. Namun, Mia berusaha menepisnya. Nanti, jika waktunya sudah tepat, ia akan bertanya. “Maaf ya, Mi. Nggak balik ke sana lagi.” Mia mengangguk. “Iya, gak apa-apa, Mas. Nanti biar aku kabarin ibuu.” Akram pun mengulas senyum. Entah, ada beberapa hal yang menyebabkannya tiba-tiba berubah pikiran. Selain karena Hilmi dan Nasha yang rupanya mengintai mereka juga karena ia rasa di rumah mereka semua akan menjadi semakin baik. “Makan dulu ya, Mas. Aku buatin mi goreng.” Akram mengangguk. “Boleh.” Mia pun beranjak dari ruang itu. Ia segera mengeksekusi niatnya. Sementara Akram menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Ia tatap langit-l

