Bab 131 : Biar Takdir Mengaturnya

1227 Kata

Akram tersentak. Tidurnya yang tak seberapa lama itu cukup terganggu. Secara lancang sosok yang selalu ia rindukan masuk ke sana. Jika biasanya senyum merekah yang ditunjukkan, tidak dengan sekarang. Hal itu tak pelak membuat hatinya ngilu. “Kamu terluka, Mi? Kamu sakit?” desis Akram. Pertemuan sepihaknya kemarin malam memang sempat membuatnya terguncang. Ditambah kembang tidur siang ini semkain menyadarkan pemuda itu bahwa semuanya masih sama. Akram mengurut kening. Ia berusaha bangkit meski berat. Ia tak akan bisa melanjutkan tidurnya. Pelahan diraihnya ponsel yang sebelumnya ia letakkan di atas nakas. Kembali ia lihat galeri. Ia tatap siluet wajah manis yang bila ditanya masihkah ada di hatinya akan ia jawab iya dalam segera. Akram menghela napas kasar. Ingatan tentang Mia nyatanya t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN