Bab 135 : Usaha Terbaik

1153 Kata

Akram tak bisa memejamkan mata. Meski malam sudah sempurna menggenggam langit. Ia terus memikirkan segala bentuk kemungkinan yang bisa saja terjadi. Maka, ia putuskan mengambil kembali ponsel lamanya di atas nakas. Mengamatinya sejenak, sampai akhirnya ia nyalakan tombol dayanya. Hati Akram berdesir. Pasalnya cukup lama ia biarkan ponsel itu mati tanpa memberinya kesempatan sama sekali untuk mengabarkan tentang Mia. Akram berjibaku pada perjanjian lara yang sudah ia tandatangani dan tidak melanggarnya sama sekali. Namun, saat takdir sudah begitu baik mempertemukannya kembali dengan Mia, sangat tidak pantas bagai seorang Akram terus mengacuhkan kasih sayang yang diberikan pencipta lewat tanda-tanda besarnya. “Bismillah,” gumam Akram seraya menantikan layar ponsel itu kembali menyapanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN