31. Sebentar Saja

2043 Kata

Aku pulang ke kost masih dengan pikiran kesal. Walaupun sedikit terobati karena telepon dari Mas Berni tadi, tapi tetap saja kekesalanku pada Bima belum juga reda. Untuk masalah ini, tentu saja aku nggak mungkin menceritakannya pada Mas Berni. Bisa-bisa dia yang malah akan marah padaku, sudah tahu Bima memang orangnya seperti itu, kenapa masih mengharapkan bantuannya. Pikiranku mengembara entah kemana. Rasa kangen pada Mas Berni bercampur dengan rasa kesal pada Bima. Aneh sekali, bagaimana bisa keduanya muncul secara bersamaan di pikiranku. Malam ini Rana menginap di rumah mertuanya, sehingga sudah dipastikan dia tidak akan memintaku untuk menemaninya. Pulang ke kost ini sebenarnya bukan pilihan. Aku lebih suka jika malam ini tidur di rumah Rana sehingga pikiranku bebas dari bayang-bay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN