56. Mau Juga, Kan?

1681 Kata

Mendengar pertanyaan dari Bunda membuatku terdiam selama beberapa detik. Aku sadar jika pertanyaan ini cepat atau lambat pasti akan ditanyakan. Yang menjadi masalah saat ini, aku kesulitan untuk menjawabnya. Padahal jawabannya begitu mudah, hanya iya atau tidak. Tapi kenapa aku harus berpikir keras seperti ini. "Benar kamu lagi menjalin hubungan dengan anaknya Pak Hasto?" Kali ini Ayah yang bertanya. Aku berusaha mengangkat wajahku agar bisa melihat ekspresi keduanya. Ternyata...aman. Ayah dan Bunda sama sekali tidak menunjukkan raut wajah marah seperti yang kubayangkan. Wajah mereka biasa saja, sama halnya seperti sedang menanyakan bagaimana kabarku. "Iya, Yah. Baru aja kok," sahutku sambil harap-harap cemas menunggu bagaimana tanggapan keduanya. "Kok nggak cerita sama Bunda?" "Barusa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN