62. Ingin Menangis

2004 Kata

Aku menunggu kedatangan Bima dengan gelisah. Setelah acara Mas Dirga selesai kemarin, sepertinya hari ini Ayah nggak terlalu sibuk dan juga waktu yang tepat untuk berbicara serius dengannya. Dua hari ini Bima memang menginap di hotel. Bunda malah meminta Bima menginap di rumah saja, tapi nggak aku ijinkan karena aku pasti akan merasa canggung dengan adanya Bima yang bebas berkeliaran di rumah. Jadi, lebih aman jika dia menginap di hotel saja. Hari ini aku dan Bima juga pulang ke Yogya, tentu saja setelah Bima berbicara pada Ayah tentang keseriusannya padaku. Mendadak aku menjadi merinding saat membayangkan bagaimana reaksi Ayah nanti. Apa Ayah akan setuju atau malah meragukan Bima karena usianya yang masih muda. Aku menarik napas panjang sambil mataku lurus menatap jalan depan rumahku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN