41. Ada Apa Dengan Bima

1556 Kata

Mas Berni seperti enggan saat menurunkanku di depan kostku. Tatapan matanya mirip anak kecil yang nggak rela ditinggal ibunya. Aku juga nggak rela, tapi nggak mungkin aku menginap di hotel ya, kan? Aku sih mau aja, tapi gimana kabar Ayah kalau tahu. Astaga Aya! Kenapa pikiranku nggak benar seperti ini. "Besok Mas belum pulang, kan?" tanyaku khawatir. Siapa tahu besok tiba-tiba saja dia sudah menghilang dan kembali ke Jerman. "Kalau pulang juga pasti sama kamu kok," jawabnya dan membuatku tersipu. Masa iya dia mau serius ngomong ke Ayah akan membawaku ke Jerman bersamanya. Aku ini siapanya? Cuma pacar, dan aku yakin Ayah nggak bakal mengijinkannya. "Jadi besok masih di sini, kan?" tanyaku lagi. Dia mengangguk dan menatapku dengan lembut. Aku ingin bertanya kapan dia akan pulang, atau be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN