40. Ada Lowongan Buatku?

1600 Kata

Aku dan Mas Berni belum saling bicara, hanya genggaman erat tangannya yang membuatku tenang. Kami diam sambil terus berjalan. Aku terlalu kaget sehingga melihat Mas Berni bisa berada di sini rasanya seperti mimpi. "Gimana caranya Mas bisa berada di sini?" tanyaku akhirnya. Dia menoleh ke arahku sambil tersenyum. "Yang pasti bukan dengan teleportasi," sahutnya dan seketika aku baru sadar dengan keanehan pertanyaanku. "Maksudku, kenapa bisa tiba-tiba berada di sini?" tanyaku lagi mengoreksi ucapanku. Kami berjalan perlahan sambil melewati ramainya orang-orang di dalam ruangan ini dan tentu masih sambil bergandengan tangan serta sebelah tanganku yang lain memegang buket bunga pemberiannya. "Nggak ada salahnya, kan?" Dia malah balas bertanya. "Aku nggak memberitahu Mas tentang hari ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN