LC 25

841 Kata

Barat diam, hening sesaat. Detik berlalu panjang sebelum Barat angkat bicara. "Kontrak kamu masih dua tahun lagi," jawabnya datar, seraya menarik resleting celananya. Tanpa menatap Reya. "Kalau saya tetap pergi?" tanya Reya menatap tegas pada Barat. Barat menoleh, menatap tak suka. "Jangan paksa saya cari jalan yang lebih keras buat paksa kamu stay." Napas Reya tercekat. Matanya berkaca-kaca, tapi dia menahan, tak mau teelihat lemah. Tidak akan menangis di hadapan pria yang bahkan tidak tahu bahwa hati ini sudah lama hancur. "Saya permisi." Reya pamit, baru saja akan menarik gagang pintu,, barat memanggil. "Reya." Langkah Reya terhenti. Ia menoleh pelan, menatap pria itu tanpa kata. Tatapannya kosong, lelah, dan berantakan. Barat berjalan mendekat, lalu berhenti hanya sejengkal da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN