LC 26

927 Kata

Sementara itu, di sisi lain kota, malam baru saja dimulai untuk Barat. Restoran Italia bintang lima itu bersinar terang di antara gedung-gedung pencakar langit. Barat duduk di seberang Tania, perempuan mungil dengan wajah selembut boneka porselen. Tubuhnya semakin seksi, suaranya manja. Obrolan dan tawa kecil mengisi ruang makan mereka. "Tuh kan, aku bilang juga aku suka tas ini. Lucu banget!" Tania menunjuk tas yang dibelinya tadi, senyumannya lebar. Barat, yang sejak tadi lebih banyak diam, hanya mengangguk. "iya bagus makannya aku suruh kamu ambil aja." "iya untung aku ambil dua ya? Yang hitam sama beige," suara Tania manja. "Aku tuh sayang banget sama kamu," Tania bersandar ke bahunya. Barat memutar pandangannya keluar jendela restoran, menatap jalanan kota yang mulai sepi. Entah k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN