Saat malam menjelang Ellen sudah membersihkan tubuhnya, kemudian berbaring di ranjang empuk kamar utama dari istana singgah Oalia. Suara air yang mengalir dari kamar mandi masih memenuhi rungu wanita itu, tapi pikirannya sungguh kacau. Sejak semalam banyak sekali hal yang melintas di kepalanya, dan memikirkan banyak hal sama sekali bukan hobi Ellen. Meskipun kebiasaan itu masih melekat dari dulu sampai sekarang. “Apa yang kau pikirkan, Ellen?” Ravi baru keluar dari kamar mandi dan langsung naik ke tempat tidur hanya dengan selembar handuk yang melingkari pinggangnya. “Kalau soal gadis kecil tadi, aku minta maaf, Ell ….” “Bukan,” Ellen membalik tubuhnya, menatap Ravi yang berbaring setengah miring sambil menyangga kepala dengan satu tangan, “aku cuma berpikir berlebihan.” Ravi bergerak c

