"Jadi, siapa yang beruntung?" Aku yang sedang di sanggup rambutnya yang langsung menoleh saat suara dari dua orang perempuan di belakangku terdengar. Wina dan Hana, dua adik dari Rafli itu kini tampak menawan dengan pakaian pagar ayu khas Jawa. Hana, gadis cantik yang kemarin hampir mati karena tidak ingin kehilangan Rafli juga turut hadir dengan wajah sumringahnya. Dia benar-benar menepati janjinya, tidak ada bekas luka sayatan baru di lengannya sekarang ini. "Menurutmu siapa, Han? Mbak Kirana yang mendapatkan pangeran tampan dengan balok emasnya, atau justru Mas Rafli yang beruntung mendapatkan Mbak Kirana yang menyayangi seluruh keluarganya?" Mama Amara dan Ibu yang ada dibelakang kami hanya menggeleng-geleng melihat tingkah kedua adik Rafli tersebut. "Semuanya beruntung, baik R

