"Iya nih, video yang Istri sah labrak si pelakor." "Gila ya, Tentara lho padahal." "Dia bukan tentara biasa loh, perwira dia tuh, ganteng lagi, makanya banyak ibu bayang-bayang yang hadir mengganggu." "Mau seganteng apa kek, kalo udah kawin ya jangan tebar pesona." "Lahh, habis gimana, Bininya juga brutal banget." Tepukan nyaris seperti pukulan diberikan Suster Anye pada Hilda, seorang yang lebih junior padanya karena sejak tadi dua orang ini saling bersahutan tidak setuju pendapat satu sama lain. Rasa tidak nyaman kurasakan, terlebih saat mendengar jika yang menjadi rebutan adalah seorang yang sejenis dengan suamiku, laki-laki gagah dengan seragam kebanggaannya. Kadang mereka hanya silau dengan kegagahan mereka tanpa tahu, jika sebagai istri kami hanya mempunyai sedikit waktu bersa

