Part 37

1033 Kata

"Jadi kamu akhirnya memaafkannya?" Baru saja aku melambaikan tangan pada Mbak Chandra yang memasuki taksi, suara berat yang amat ku kenali siapa pemiliknya sudah terdengar. Dan semua rasa yang ada di dadaku mendadak meledak keluar saat aku merangsek memeluknya. Aku tidak peduli jika aku dikatakan alay karena berpelukan di tepi jalan, tapi sungguh sekarang yang aku butuhkan adalah pelukan dari belahan jiwaku ini. Melihatku yang berada di ambang batas perasaan yang tidak karuan, Rafli memelukku erat. Mengerti benar jika aku memang butuh topangan darinya. Air mata yang kutahan sedari tadi kini meluncur bebas, perasaan yang tadi hanya menggumpal memenuhi dadaku mendengar semua hal menyesakkan yang diceritakan oleh Mbak Chandra kini keluar menjadi isakan. Tangisku kini membasahi d**a Rafli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN