Berbisa

1823 Kata

Nyai Melati mengaduk-aduk air di dalam wadah yang berisikan bunga, kemudian ia basuh ke wajah. Air yang senantiasa ia gunakan untuk merawat kecantikannya. Lurus mata dukun cantik itu memandang ke dalam air, lalu ia rapal sebait mantra. Di dalam sana lalu terlihat sebuah pemandangan. Lili terbang di malam yang pekat mencari keberadaan Satya. Sebuah desa yang masih terjaga keasriannya, juga masih dilestarikan ajaran agamanya. Akan sedikit sulit bagi Lili untuk masuk ke sana. Hari telah masuk pagi, suara adzan Shubuh dari pengeras surau membuat suruhan Nyai Melati itu tak bisa mendekat lagi. Alhasil ia pun menunggu di sebuah pohon yang cukup lebat. Di sana berdiam diri menunggu dari pagi sampai siang sudah masuk. Tak bisa bergerak Lili sebab bisa meleleh tulang-tulangnya jika salah sedikit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN