Sosok pria yang tengah menahan amarahnya itu terus menatap sesuatu yang tak bisa lepas dari jangkauan pandangannya. Sedangkan sang asisten semakin merasa takut, dan gugup karena merasa suasana yang ada di dalam sana sudah semakin suram. Bahkan, ia tidak berani untuk mengeluarkan satu patah kata pun pada sang bos. Akan tetapi jika ia terus membiarkannya seperti itu, maka keadaan yang ada akan semakin rumit. Dengan mencoba memberanikan diri, akhirnya sang asisten mau membuka suaranya. "Bos sekarang Apa yang akan kita lakukan?" Tanya sama asisten dengan berhati-hati, karena saat ini ia tahu jika Alex sedang sensitif. "Kita kembali saja ke kantor, aku tidak ada urusan lagi bersama mereka," jawab Alex dengan nada dingin tapi pandangannya tak lepas dari sosok wanita yang tengah bersenda gurau

