Alex tiba-tiba menghentikan aksinya, lalu menatap wajah Keyna yang sudah tak dapat diartikan. Wanita itu masih meraung dengan deraian air mata. Sekali lagi, Alex memperhatikan Keyna yang sudah tak berdaya dalam jeratannya. Ia hampir saja membuka dua bukit himalaya milik wanita tersebut. “Tidurlah, aku ingin mendinginkan kepala ku,” kata Alex dingin, seraya bangkit dari atas tubuh Keyna. Sedangkan wanita itu hanya menatap Alex dengan tatapan tak percaya. Ternyata Alex mengurungkan niatnya, dan memilih untuk menyelesaikannya seorang diri. “Aku ingin pulang! Cepat keluarkan aku dari sini!” pinta Keyna dengan berteriak setelah bangkit dari tidurnya, sambil menatap punggung Alex yang sedang berjalan menuju kamar mandi. “Jika kau masih punya tenaga untuk membentakku, maka aku akan berubah pik

