Edwin terdiam mematung saat mendengar penuturan dari sang dokter wanita di hadapannya tersebut. Pria itu berusaha mencerna setiap kalimat yang terekam dalam otaknya. Bahkan tubuhnya terasa sangat kaku dan tidak bisa berbuat apapun. "A-apa saya salah dengar. Dia ha-hamil?" Tanya Edwin kembali untuk meyakinkan bahwa yang ia dengar adalah sebuah kesalahpahaman. "Benar tuan, istri anda sedang hamil. Usia kandungannya sudah tiga bulan. Selamat ya tuan. Kalau begitu saya permisi dulu," ucap sang dokter membenarkan, lalu segera bergegas pergi dari sana, meninggalkan Edwin yang masih diam bagaikan patung hidup. "Paman, apa Mommy baik-baik saja?" Sebuah pertanyaan membuyarkan lamunannya, hingga ia menoleh ke arah bawah, di mana ada sosok anak kecil yang sedang memeluk kakinya dengan erat. Mata E

