Tak terasa jam sudah menunjukkan waktu untuk pulang sekolah. Alex yang sudah ada di depan Taman Kanak-kanak itu hanya memperhatikan suasana yang ada di sana, akan tetapi ia belum melihat tanda-tanda sosok anak yang ia cari. Namun, matanya kini membulat dengan sempurna, tatkala melihat pemandangan yang ada di depan mata. Ia melihat anak yang ia cari sedang dirundung oleh teman-temannya. Bukan, hanya itu, ada beberapa orang tua yang melihat sosok pria kecil dengan tatapan yang menghina. “Aku tidak mau berteman dengan mu! Aku dengar kau anak haram, karena kau tidak punya ayah yang jelas,” ejek salah seorang anak kecil yang ada di sana. “Cih! Hei kau anak kecil, jangan mendekati anakku lagi! Aku tidak ingin anakku ikut terkena sial, karena bermain dengan mu. Apa ibumu masih kerja di dunia m

