Keyna mengelus punggung kecil milik sang putra dengan lembut untuk menenangkannya. Bagaimana tidak, El sudah menangis tersedu-sedu dalam pelukannya. "Mommy pasti sakit dipukul kan?" Tanya El dengan lirih. Keyna semakin sakit saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut sang anak. "Tidak, sayang. Jangan menangis lagi ya," bujuk Keyna lagi karena khawatir. "Kalian tidak perlu membuat drama memuakkan di hadapan ku! Dasar menjijikkan!" Cibir sosok wanita paruh baya tersebut sambil menatap tajam ke arah dua orang yang tengah ia marahi. "Nyonya Anna, apa yang anda lakukan di sini? Salah kami apa?" Tanya Keyna pada sosok yang tak lain adalah ibu dari Alex. Wanita paruh baya itu datang secara tiba-tiba dan langsung membuat keributan. Apalagi sampai membuat putranya ikut ketakutan hingga me

