Keyna tidak habis pikir saat menghadapi sosok pria arogan seperti Alex, karena lagi dan lagi, ia selalu kalah dalam hal apapun. Sehingga akhirnya ia hanya bisa diam dan tidak ingin menanggapi apapun mengenai Alex. Keyna menatap lekat wajah sang putra yang sedang terlelap, sedangkan Alex tengah ke luar untuk membeli makan siang. ‘El, maafkan Mommy yang sangat egois ini. Apa kau akan membenci Mommy, karena tidak memberitahu mu tentang kebenaran ayahmu? Mommy hanya takut kau akan merasakan apa yang Mommy rasakan. Dibuang dan dihina tanpa belas kasihan adalah hal yang tidak ingin Mommy wariskan padamu. Maaf, Mommy tidak akan pernah membiarkan mu diambil oleh ayah mu,’ batin Keyna sambil terus menciumi tangan mungil milik El. Namun, tiba-tiba saja terdengar suara derit pintu, tanda seseorang

