bc

The Key #KUNCI

book_age16+
0
IKUTI
1K
BACA
tragedy
comedy
heavy
kicking
mystery
like
intro-logo
Uraian

Sstttt!!!!! Kill or Die!!

THIS IS OUR STORY!!

.

.

.

.

.

Black adalah organisasi bayangan, bergerak secara halus, menjebak seperti tikus. keberadaannya yang samar membuat mereka leluasa menjarah dunia yang fana.

Menjarah, memaksa, menghilang dan membunuh adalah hal biasa. temukan jejak kami jika anda bisa.

Contact us if you need a help!!!

.....

" menghilangkan beban dunia adalah pahala, Should i kill you?" - B

" you want it? Do it man!!" - Belial

"Just say YES ma bro!!" - Philo

#2021 #kunci #contactme #21345

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Dor.......... Dor.......... Dor.......... "NICE!!! THREE SHOOT!!" Seorang lelaki paruh baya tersenyum senang memandang papan penembak yang telah berlubang di tengahnya. "Good job B!!! Three shoot in 3 second, amaizing!!" Girang lelaki paruh baya tersebut. Lelaki tua tersebut sedikit berlari untuk menghampiri B. Sementara itu B, memandang datar papan penembak seraya menghela nafas pelan. Cih, Loser- umpatnya pelan. "Hei kakek tua!!! Berhentilah berteriak, kau menganggu konsentrasi ku!" Hardik B kepada pria itu. "Hei, Hei, Hei, aku masih muda. Asal kau tau umurku masih 40 tahun, dan itu masih tergolong muda!" Kesal pria itu tak Terima diejek tua oleh B. Hei, siapa yang tidak kesal jika diejek tua. umurnya masih kepala empat, masih bisa untuk bereproduksi. itu artinya dia belum tua. B tak membalas dan memilih untuk membuka kacamata beserta alat pengaman lain yang merekat di tubuhnya. "Kau mau kemana?" Ucap pria itu menatap B yang sudah bersiap hendak pergi. "Ke tukang Jagal," Sahut B singkat. "Kenapa?? Apa kau ingin membunuh seseorang?" Tanya pria itu bersemangat. "Tidak, aku hanya ingin mendaftarkan mu untuk kurban besok," Ucap B dengan intonasi datar, sembari meraih minuman isotonik di dekatnya kemudian meneguk nya hingga tandas. Pria itu memelototi B. "Ck.... Sialan, apa kau ingin membunuhku?" "Bukan aku, tapi tukang jagal," "Kau!!! Apa ini balasan untukku setelah memungut mu?" Kesal pria itu. "Salah kau sendiri, kenapa memungut anak setan sepertiku," Ucap B santai, kemudian melemparkan botol minuman yang sudah kosong ke tempat sampah. "Sudahlah, aku tidak ingin berdebat. Pergilah ke markas L besok, tugas selanjutnya akan diumumkan," Ucap pria itu seraya mengambil pistol yang tadi di gunakan oleh B. "Kenapa?? Apa kau bangkrut?" Ledek B seraya bersandar di dinding. "Ya, aku membutuhkan banyak uang untuk memberi makan anak anak setan," "Seperti mu," Imbuh pria itu lagi. "Terima kasih pujiannya," "No problem, Baal," Pria itu berujar seraya menunjukkan senyum smirknya dan mengarahkan pistol tepat ke arah kepala B. "Do it Abbadon," Tantang B menatap Abbadon tak gentar. "Sure," DOR........ ****** Ah shit...... Umpat B seraya bangkit dan menepuk pelan lututnya. Siapa yang berani meletakkan jebakan konyol itu di sini, siapapun orangnya itu sama saja artinya mengibarkan bendera perang dengannya. "HAHAHAHA, ASTAGA!!!" gelegar suara tertawa milik seorang lelaki jakung ber hoodie hitam serta bola mata coklat terang menyita perhatian B. Oh, jadi dia pelakunya. "Jebakan konyol Philo," Ucap B datar. "Hahaha, biarkan saja. Yang penting aku bisa melihat wajah jelek mu itu," Ucap Philo melanjutkan tawanya, wajah konyol B masih terngiang ngiang di ingatannya sekarang. "Ingin berduel?" Tawar B, sepertinya lelaki di depannya ini butuh sedikit pelajaran. Tatapan Philo berubah menjadi suram, berduel dengan B. Tentu saja tidak. Philo tidak ingin berduel dengan wanita iblis seperti Baal. Bisa bisa neraka menantinya sehabis berduel. "No thanks," Tolak Philo mentah mentah. "Penakut," Ejek B. "Tidak, aku hanya sayang nyawa," Philo berkilah. "Philo!!!! Kenapa kau meninggalkanku di kandang setan ha!!! Kau ingin membunuhku!!" Umpat seorang pria seraya berjalan mendekat, dengan balutan hoodie hitam serta bola mata hitam legam pria tersebut berjalan menghampiri Philo kemudian mendaratkan jitakan hebat ke kepala Philo. Philo spontan mengaduh dan mengusap pelan kepalanya. "Dasar Belial bodoh, jangan kau pukul kepala berhargaku ini," Umpat Philo seraya terus terusan mengusap kepalanya. "Berharga apanya?! Isinya saja tidak ada," Ejek Belial. Tak sengaja mata belial melihat sesosok yang sangat familiar dimatanya. "Oh, ada kau rupanya. Kenapa tidak pergi ke markas L?, Adon sedang mencari mu, " Ucap Belial menghadap B. *TMI ( Abaddon=adon) panggilan singkat yang biasa digunakan oleh mereka. "Aku sedang dalam perjalanan, tapi harus terhenti karena lalat sepertinya," Ucap B. "Lalu mau ku apa kan lalat yang berani mengganggu perjalananmu ini," Belial menarik tudung hoodie Philo seraya memandang tajam Philo yang sudah memberikan tatapan wajah kesal. "Kirim saja ke neraka," Setelah mengucapkan kata tersebut B berjalan menjauh meninggalkan dua mahluk bodoh yang sedang melanjutkan perdebatan mereka. Jika terus terusan meladeni Stupid duo itu tidak akan ada habisnya. B melanjutkan langkahnya menyusuri hutan untuk melangkah menuju markas L. tempatnya tidak jauh dari sini. Sebuah rumah tua berdinding kan papan kayu lapuk serta atap yang sudah berlubang dan hendak rubuh, kaca kaca yang sudah pecah sebagian serta dedaunan yang memenuhi lantai teras. Dibanding markas, tempat ini lebih cocok disebut rumah angker terlebih lagi letaknya di dalam hutan. B berjalan santai memasuki rumah tua itu dan masuk kedalam salah satu ruangan yang terletak di sudut rumah. Tidak ada apapun di dalam sini selain sebuah lift. Ya, siapa sangka di rumah tua ini terdapat sebuah lift penghubung rahasia. B menekan tombol bawah, tak berselang lama lift pun bergerak turun. Ruangan dengan minim pencahayaan langsung menyapa indra penglihatan B begitu pintu lift terbuka. Terdapat 3 pintu di sini, masing masing terletak di tiap tiap sisi. B melangkah ke pintu yang bertuliskan huruf L, kemudian mengarahkan matanya ke arah security door dan seketika bunyi klik langsung terdengar. Pintu terbuka menampilkan pria tua yang duduk di bangku kebesarannya serta beberapa pria berpakaian jubah hitam berlutut di depannya. "Kenapa kau memanggilku pria tua?" Ucap B to the point. "Sudah aku bilang aku tidak ingin menjalankan misi," Umpat B. "Hei duduklah dulu, baru mengumpat," Peringat Adon santai. B mendesis pelan namun tak urung mengikuti perintah adon dan berlutut sejajar dengan pria pria berjubah hitam lainnya. "Baiklah kalian semua sudah lengkap, sekarang aku akan memberi taukan misinya," Ucap adon. "Pmon.... Beritahu mereka cepat!!" Ucap Addon sembari menepuk nepuk tangannya bak bos besar. Pria yang dipanggil Pmon pun bangkit dari posisi berlutut nya dan berdiri di samping Adon. "Tuan tuan dan puan puan, misi kita pada sebulan yang akan datang adalah mencuri beberapa informasi data di CR Entertainment. Data tidak akan disebutkan secara spesifik. Kalian semua akan di jadikan sebagai pengawal dari artis artis CR yang sudah mendunia, mereka mendapatkan beberapa ancaman belakangan ini. Hal yang memudahkan kita untuk masuk dan mencurinya. Untuk spesifikasinya akan dilakukan saat kalian mulai bekerja," Pmon memberi jeda di kalimatnya. Pmon sedikit merunduk, mensejajarkan tubuh nya dengan Adon. "Haruskah aku yang memberi tahunya adon?" Bisik Pmon. "Tidak biar aku saja," Ucap Adon. Adon berdiri dari kursi kebesarannya, kemudian menghela nafas pelan. Tatapan matanya yang bersinar terang seketika meredup, raut mukanya berubah menjadi menyeramkan. Situasi yang akan di jumpai jika adon tengah melalaikan misi lagi, maka markas Z menanti kepulangan kalian!!"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
222.6K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
47.3K
bc

TERNODA

read
203.0K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
17.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.0K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook