Itu Cuma Sebuah Kesalahan

1737 Kata

Dengan mata berkaca, Papa mertua terdiam untuk beberapa lama saat menatapku. Membuatku semakin curiga dan menguatkan prasangka, jika beliau memang adalah pria misterius yang terlibat dalam insiden memilukan hari itu. Pria yang membuatku kehilangan tiga sosok paling berharga dalam hidupku. "Apa Papa mengenal Bapak dan Ibu Lintang?" Suaraku mendadak serak ketika aku mengulang pertanyaan. Aku sangat yakin Papa mendengar pertanyaan dariku. Namun, yang mengecewakan, Papa terlihat memilih diam dengan mata yang menyiratkan sejuta misteri. Ada apa sebenarnya? Untuk berapa lama, dengan penuh kesabaran aku menunggu Papa bersuara. Namun, hasilnya nihil. Papa bahkan memalingkan wajah setelah menatapku sekilas. Ada apa? Tak ingin memaksa mertuaku berbicara jujur, aku menarik langkah menuju ke kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN