"Kamu ngomong apa, sih, Mas?" Dengan hati berdebar aku menatap tajam suamiku yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang setelah keluar dari kamar mandi tadi. "Aku serius, Lintang." Wangi sabun dan sampo menguar di udara ketika tangan kekarnya mencekal lenganku dengan begitu kuat. "Serius mau bikin banyak tanda merah lagi? Iya? Yang bener aja. Emang dikira aku nggak malu apa dibikin gini? Kayak digigit drakula!" Aku menaikkan intonasi saat mencecar dirinya. Jujur, ini sangat memalukan dan membuatku hilang percaya diri ketika berhadapan dengan mertua dan adik iparku. Bukannya introspeksi diri, Mas Daniel justru terkekeh pelan. Dia memang selalu menjengkelkan bukan? "Ya … habisnya gimana, dong, kamunya juga bikin gemes, sih." Geligi putihnya yang tersusun rapi dia tampilkan setelah men

