"Aku belum siap, Mas." Aku bahkan menarik selimut untuk menutupi bagian atas tubuhku. Membuat Mas Daniel menatap kesal padaku. Entah apa yang dipikirkannya tentangku, aku tak mau peduli. Karena selain takut, aku memang masih setengah hati jika harus melakukan hal itu dengannya malam ini. Bukankah dia masih orang yang sama dengan sosok yang menghinaku tentang wanita mata duitan tempo hari? Jadi, wajar saja kalau aku belum berkeinginan untuk melepaskan mahkota paling berharga padanya. Sungguh, segala hinaan dan pandangannya yang sinis saat memandangku, membuatku berpikir seribu kali jika harus melakukannya malam ini. Aku dibuat sangat tidak nyaman saat lelaki berparas rupawan yang seringkali bermulut pedas ini menatapku tanpa henti. Apa yang salah dengannya? Apa bagian atas tubuhku yang t

