Ya Tuhan ...!

1610 Kata

"Mas!" Aku mendelik geram. Memperingatkan suamiku dengan tatapan. Aku benar-benar kesal sekaligus heran. Kenapa dia suka sekali mengumbar urusan pribadi kami pada mamanya? "Aku ngomong jujur, Sayang." Seperti tak peduli aku marah, suamiku menanggapi santai kekesalan yang jelas kutunjukkan. Tanpa terduga, mertuaku tertawa kecil. "It's oke, Lintang. Nggak usah malu, biasa aja. Mama paham karena Mama juga pernah muda, kok. Seperti kalian," ujar mama mertua terdengar friendly dan santai. Membuatku mengangguk-angguk kaku meski dengan perasaan canggung. "Ya udah, Mama tinggal dulu, ya," ujar beliau sebelum berlalu. Meninggalkan kami berdua saja di dapur mewah berukuran luas ini. "Mas, kenapa, sih, selalu bikin aku malu?" Aku bersungut-sungut kesal sambil memainkan sutil dan memastikan sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN