Perhatian Febri

1456 Kata

Sabtu pagi diawali Dinda dengan lari bersama Anto mengitari perumahan rumah mereka. Setelah merasa cukup berolahraga, mereka memutuskan untuk mampir ke tukang bubur langganan untuk sarapan. “Din, kayanya si Febri demen sama lo deh” Anto memulai percakapan setelah ia selesai sarapan. “Masa? Tapi emang belakangan ini dia jadi sering chat gue” kataku sedikit tak percaya dengan perkataan Anto. “Lo mah kalau gue kasih tau suka gak percayaan. Palingan juga bentar lagi dia ngajakin lo jalan” ucap Anto yakin. “Kemarin dia nawarin mau bareng atau nggak pulang kerja. Searah katanya” kataku. “Akal-akalan dia aja itu supaya bisa ketemu lo.” kata Anto sambil diiringi tawa. Aku hanya menganggukan kepala dan menghabiskan sarapanku. Sabtu siang. “Kakak.. ada yang nyari” kata Fauzan sambil menginti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN