Curhat

1036 Kata
Waktu sudah menunjukan jam sebelas kurang sepuluh saat aku selesai mencuci mukaku. Lalu terdengar pintu kamarku diketuk. Tok..tok.. “Udin.. udah tidur?” Tanya bang Haikal dari luar. “Masuk bang” kataku. Dan tak lama pintu kamarku pun terbuka. “Kenapa?” Tanyaku “Kata bunda mobil kmrn dibawa ke bengkel. Kenapa emang?” Tanya bang Haikal setelah ia masuk ke kamarku. “Iya susah di starter. Ternyata ada sisa air di knalpot pas nerobos genangan dekat kantor” kataku menerangkan sebab mobilku masuk bengkel. “Dibawa ke bengkel mana?” Tanyanya “Ke temennya Ricky”jawabku “Dimana? Bagus gak hasilnya?” Tanyanya lagi “Di Ciracas bang. Deket. Bagus kok. Kenapa?” Kataku bertanya karna bang Haikal seperti penasaran. “Gak apa-apa. Kapan-kapan anterin ke sana ya” katanya “Iya. Atau gak nanti bilang Ricky aja biar dianter ke sana” kataku sambil memberi usul. “Deket lagi sama Jojo?” Tanyanya. “Karna dia lagi di sini aja. Apalagi dia lagi ada project di kantor buat re-design kantor” jelasku “Maksutnya pacaran lagi sama dia?” Tanyanya lagi ingin jawaban yang lebih jelas “Di suruh bunda ya?” Tanyaku tanpa menjawab pertanyaannya. “Bukan cuman pertanyaan titipan tapi gue juga mau tau lo sama dia itu cuman sekedar temen atau lebih” katanya menjelaskan. Lalu ia masuk dan tiduran di kasurku “Deket aja bang. Kenapa emang?” Jawabku disertai tanya “Kalau deket berteman ya gak apa-apa. Cuman kalau untuk lebih dari teman mending lo pikir-pikir lagi deh. Lo tau kan apa yang beda dari lo sama dia? Bunda khawatir” katanya menjelaskan. Dan aku jadi tau kalau bang Haikal ke kamarku ternyata ada misi lain selain bertanya soal mobil. “Gue gak keberatan selama orang rumah ok sama pilihan lo. Terutama bunda. Cuman kalau yang kaya Jojo gitu mending jadiin temen aja. Jangan main di area prinsip kaya gitu. Mungkin awalnya lo jalanin aja tapi kedepannya kan gak ada yang tau” katanya “Iya bang. Kalau nih ya.. what if he follow our faith? Menurut lo gimana?” Tanyaku mencoba menanyakan pendapatnya. “Kan masih kalau. Belom kejadian kan? Tapi emang dia udah yakin? Dan lo juga udah yakin dia bilang gitu emang bener-bener dari hatinya atau cuma karna egonya aja karna mau deket lagi sama lo?” Jawab bang Haikal seperti tidak memberikan jawaban tapi malah menambah bingung dengan pertanyaan-pertanyaannya. “Ya gak tau bang. Kan masih what if.. tadi dia sempet bilang gitu sama gue. Cuman gue suruh pikirin mateng-mateng karna itu hal serius dan gak cuman menyangkut dia aja. Tapi keluarganya juga” kataku akhirnya memulai sesi curhatku pada bang Haikal. “Ini tuh ranah sensitif. Jadi mesti dipikirin mateng-mateng dan berkali-kagi. Lo yakin gak dia bilang kaya gitu bener-bener dari hatinya?” Tanya bang Haikal padaku. Aku hanya bisa menggelengkan kepala menandakan aku tidak memiliki jawaban atas pertanyaannya. “Gue minta dia pikirin baik-baik soal itu. Karna gak cuman tentang dia aja tapi menyangkut keluarganya juga. Terutama orang tuanya” kataku pada akhirnya “Nah iya! Bener gitu. Jangan sampe kita jadi penyebab orang tua kecewa sama anaknya. Terlebih seorang hamba mengkhianati penciptanNya” kata bang Haikal menyetujui saranku pada Joshua. “Lo sendiri gimana perasaannya sama dia?” Tanyanya lagi “Ya gak gimana-gimana. Cuma gue nyaman aja. Tapi takut karna tau kemungkinan besar kalau sama dia lagi akhirnya bakalan kaya apa. Makanya kalau baper gue suka self reminding kalau gue sama dia tuh beda banget” jawabku sambil sedikit tertawa. Menertawakan keadaanku sendiri sebenarnya. “Gue gak mau ngatur-ngatur lo mau deket sama siapa. Karna lo udah dewasa dalam mengambil keputusan. Udah bisa mikirin sebab dan akibat dari keputusan yang lo ambil. Gue sebagai abang lo cuma bisa kasih lo advice yang nantinya keputusannya gue balikin lagi ke lo. Gue cuma mau bilang jangan main-main di tempat sensitif. Terlebih soal keyakinan. Karna keyakinan itu perinsip. Ngerti kan lo?” Tanya bang Haikal sambil menatapku. Aku pun mengangguk menandakan kalau aku mengerti tentang maksut ucapannya. Haikal typical orang yang cuek. Tapi kalau sudah menyangkut keluarganya ia akan sangat perhatian dan posesif. Terlebih soal siapa saja laki-laki yang akan atau sedang dekat dengan adik perempuan satu-satunya. Ia selalu menanyakan keadaan tiap anggota keluaganya saat sedang berada di rumah pada bunda. Dan bunda dengan senang hati akan menceritakan dan menjawab semua pertanyaan Haikal mengenai kejadian atau keseharian para agnggota keluarganya selama Haikal tidak di rumah. Karna pekerjaannya sebagai seorang dokter dan juga sedang mengambil kuliah spesialis menyebabkan ia jadi jarang menghabiskan waktu bersama keluarganya. Tok.. Tok.. Tok.. “Kak..” terdengar suara Fauzan dari luar kamar Dinda. “Iya..” kataku. Tak lama pintu kamar terbuka. “Dih.. ditungguin juga di bawah. Taunya malah di sini. Ngapain sih?” Tanyanya saat mengetahui Haikal ada di kamar Dinda. Ia pun ikut masuk. “Kepooo..” kataku sambil tertawa “Tadi ngajakin main PS. Ditinggal mandi udah gak ada. Dicariin taunya di sini. Jadi gak?” Tanyanya pada kakak laki-lakinya. “Ayok! Kalah orderin pizza ya. Deal?” Tantang Haikal. “Dih gitu. Masa dokter minta traktir sama mahasiswa” protes Fauzan soal tantangan main PS. “Bilang aja takut kalah” ejek Haikal. “Gak mungkin pro player kalah sama pemain cabutan. Ayok cepet” kata Fauzan menerima tantangan dari bang Haikal. “Kak, jadi wasit. Itungin score Ojan. Buat jadi bukti otentik” lanjutnya yakin seakan-akan dia akan menang. “Gak mau ngantuk. Kamu tulis sendiri aja. Nih kakak modalin paper sama pulpen” kataku sembari menyerahkan kertas dan pulpen pada Fauzan. “Udah sana pada keluar. Mau tidur” lanjutku seraya mengusir mereka keluar dari kamarku. Setelah mereka keluar aku benar-benar memikirkan obrolanku dangan bang Haikal. Semua benar & semua kemungkinan bisa terjadi. Aku harus betul-betul memikirkannya dan belajar dari pengalaman hubunganku dengan Joshua sebelumnya. Jangan sampai kami terluka dan harus berpisah lagi karna hal yang sama. Apalagi sampai mengorbankan keluarga dan prinsip yang kami yakinin saat ini. ——————————————————— Oh simply think Where have you gone? I’m getting old And I need something to rely on *** Keane - Somewhere Only We Know
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN