Sabtu pagi pukul tujuh kurang lima belas menit Dinda sedang bersiap-siap untuk pergi bersama Febri. Seperti yang mereka rancanakan semalam Febri akan menjemputnya pukul tujuh. “Tumben jam segini udah wangi. Biasanya masih ngukur kasur. Mau kemana?” Tanya Hiakal saat melewati kamar Dinda yang pintunya setengah terbuka. “Mau tauuu ajah” jawabku jail sambil meneruskan persiapan apa saja yang akan kubawa. “Ada yang cari tuh” katanya sambil melangkah masuk ke kamarku. “Siapa?” Tanyaku bingung. Karna sepagi ini sudah ada yang mencariku. “Yang kemaren nganter lo ke RS. Pacar baru?” Kata Haikal sambil bertanya. “Febri. Bukan” jawabku singkat. “Trus dia mau ngapain pagi-pagi udah nyampe sini? Kenal dari mana?” Tanyanya lagi “Mau jalan-jalan bang. Temennya Anto cs. Kenapa emang?” Tanyaku her

