Sepanjang perjalanan pulang dari mengantar Joshua ke airport aku terus memikirkan percakapan kami yang tak pernah terbayangkan akan terjadi. Pembicaraan yang membahas tentang kelanjutan hubungan kami nantinya. Tentang kemungkinan serta ketakutan yang akan menjadi akhir dari hubungan kami jika masih tetap ingin mengulang kembali kisah kemarin. Namun sayang, dari sekian banyak kata yang terucap tetap tidak kami temukan jalan keluar seperti yang kami harapkan. Tapi jika harus merelakan, hatiku masih belum rela sepenuhnya. Karna harus kuakui saat bersamanya aku merasa begitu nyaman. Segala perlakuan dan perhatiannya membuat merasa sangat dicintai dan dibutuhkan. Ia membuatku merasa begitu spesial tiap kali ia menatapku. Aku juga memikirkan tentang percakapanku dengan Febri di rumah sakit ka

