Dewi menatap Satya. Dia menggelengkan kepala lagi. Baginya Satya ada di Venesia. Yang sekarang berdiri di depannya ini adalah Arkana. Pria yang angkuh. Dia tidak akan luluh dengan Arkana. "Aku menyukai Satya.. Tapi belum mencintai. Bukankah kondisi Satya dan Dewi bertemu di sana adalah sesuatu yang dipaksakan? Perlu kamu ketahui aku dipaksa menyukaimu." Ucapannya membuat tatapan Satya muram. Ada kabut gelap di matanya. Dan Dewi tahu kalau Satya tampak kecewa dengan ucapannya. Pria itu kini menunduk dan berkacak pinggang. Mengamati lantai kamar rumah sakit. "Aku minta maaf atas semua yang kulakukan kepadamu selama ini. Sejak kecil, sejak aku mulai menolakmu. Itu memang semua kesadaran diriku sendiri. Tapi bukan karenamu Cean, bukan. Pribadimu yang belum aku kenal tidak mungkin membuatku

