"Itu kesalahanmu sendiri. Papi tidak menyukai sikapmu yang sejak kecil memberontak seperti itu." Satya menghela nafasnya saat mendengar ucapan keras papinya itu. Dia sedang berada di dalam ruangan kantor milik papinya. Dia sudah sembuh, luka di kening dan pipinya kini memang masih terlihat tapi jahitannya sudah mengering. Satya mengernyitkan kening saat melihat wajahnya yang terlihat tidak sempurna lagi. Ada goresan panjang di pipi kanannya. Membuat dia terlihat tidak sempurna lagi. "Pi... Arkan memang salah." Akhirnya dia mengucapkan itu. Menatap sang papi yang kini menatapnya tajam. Arsenna Rakasatya sang papi yang Selama ini memang bersikap keras kepadanya. Tapi itu untuk membentuk dia agar tidak sombong. Tumbuh menjadi salah satu anak jutawan. Karena kekayaan dari maminya juga suda

