"Dew mending udah jadian aja deh sama si dokter tampan itu. Aih aku aja ngimpi terus pingin jadi bininya," Celetuk Nina yang membuat Dewi kini menatap rekan kerjanya itu. Dia bisa tersenyu sebentar, tapi hatinya masih terus gelisah. Kemarin dia terlalu kejam dengan Satya. Meninggalkannya begitu saja, padahal dia tahu pria itu berusaha untuk meminta maaf. Di sisi lain, hati nuraninya berteriak. Karena Satya alias Arkana yang sombong itulah yang menyelamatkan nyawanya. "Jadian apaan? Dokter Alvian itu udah jadi sahabat sejak aku masih kecil. Kita udah sama-sama tahu nih daleman masing-masing. Ibaratnya dia pipis masih belum bener aja aku tahu," jawabnya asal membuat mata Nina yang kini sedang menatapnya itu membulat lucu. Tentu saja hal itu membuat Dewi tersenyum geli. Nina menabok lengann

