EP 8

1321 Kata
Aprelio dan Vino begitu menikmati saat makan bubur buat bang Biman. Meski buburnya sederhana, dengan tambahan kecap, ayam suir membuat menggugah selera apalagi buburnya harum dan rasanya benar-benar menggoyang lidah. Vino pun memakan bubur lahap tanpa sisa bahkan menambah porsinya, sembari melirik adeknya yang makan, Vino terheran-heran akan perubahan Aprelio “Kenapa bang, kok liatin aku mulu”Aprelio risih dipandang terus oleh abangnya “Nggak ada apa-apa. Cuma aku rasa kamu berubah banyak” Vino menjelaskan maksudnya “Wajar dong kehidupan selalu berubah” ucap Aprelio serius Di dalam menjalani kehidupan berbagai peristiwa dialami dari yang menguji kesabaran, keimanan, dan keteguhan hati. Perasaan sedih maupun senang berganti seiringnya waktu. Dengan melalui ujian tersebut pribadi baru dapat terbentuk menjadi lebih tangguh agar dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. “Benar juga sih, tapi aneh aja lihat kamu berubah cepat” Vino merasa aneh namun juga senang melihat adek nya berubah menjadi lebih baik dan lebih bersahaja. Setelah makan bubur selesai, Aprelio dan Vino pulang ke rumah. Saat pulang keduanya dihadang mamanya yang berkacak pinggang “Kalian dari mana aja?” ucap Dini yang kesal kedua putranya pergi tanpa pamit “Kita habis jogging keliling kompleks dan makan di gerobak pak Biman” Vino mengetahui mamanya kesal untuk itu dia menceritakan semuanya. “Apa? Emang Aprelio bisa makan di tempat seperti itu” Dini heran dan tak percaya putra bungsunya bisa menurunkan ego dan makan di tempat biasa “Bisalah ma, memang aku anak kecil” Aprelio mencoba hidup sederhana karena pelajaran yang dipetik atas kegagalan cintanya sehingga tak boleh menghakimi orang berdasarkan covernya saja dan sekaligus berusaha menyeimbangkan diri agar diterima oleh pujaan hati. “Tumben biasanya bilang nggak level” ledek Dini pada putranya Dini mengetahui kebiasaan putra bungsunya yang begitu pemilih, mulai dari kualitas yang high class, standard disiplin yang tinggi, keahlian dalam mengelola bisnis. Meski begitu terkadang Dini kesal pada Aprelio karena sombong melihat segala sesuatu hanya dari covernya saja. Dan sekarang Dini bersyukur Aprelio berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya “Itukan dulu sekarang beda” ucap Aprelio mantap. Membuat abang dan mamanya menatapnya penuh arti “Oh jangan-jangan efek kasmaran” Dini menerka apa yang membuat putranya yang sombong berubah “Bener tuh ma” Vino mengadu pada mamanya “Kalau gitu Aprelio kamu harus bawa calon mantu mama kesini, biar semua orang tau. Satu lagi bagi mama yang penting dia mencintai kamu, dan dari kalangan manapun mama dukung selama kamu bahagia” Dini sangat serius saat mengatakan hal tersebut Dini mengetahui bahwa tak selamanya seseorang diatas ada kalahnya jatuh dan berada dibawah. Kita tidak boleh memandang orang sebelah mata hanya karena miskin. Siapa tau beberapa tahun kemudian orang miskin itu bisa berada dipuncak kejayaan. Dini juga sangat bersyukur putra bungsunya berubah lebih menghargai orang lain dan berharap agar putranya menemukan jodoh untuk melengkapi kisah cintanya. “Beneran ma, meski keluarganya sederhana tak seperti keluarga kita” Aprelio takut keluarganya sulit menerima Belva karena kasta yang berbeda “Nggak masalah bagi mama, kalau memang sudah siap kamu bisa ngenalin calonmu ke mama ” Dini seseorang yang tidak banyak menuntut kriteria calon mantunya, baginya yang penting calon mantunya harus mencintai putranya dengan tulus. “Belum ma, aku aja masih berusaha mendapatkan hatinya” keluh Aprelio yang harus memotivasi diri untuk mengejar cinta “Mama doain yang terbaik” ucap Dini tulus Setiap orang tua selalu mendukung dan mendoakan anaknya untuk mendapatkan yang terbaik baik itu karir, kesehatan, dan jodoh. Begitu pula Dini yang ingin kedua putranya mendapatkan jodoh terbaik dan tidak lagi mengalami patah hati. “Aamiin, makasih ma” Aprelio mengamini doa mamanya dan berharap agar Allah memudahkan dirinya untuk mendapatkan cinta wanita yang sempat dia lamar tempo lalu “Iya sayang” “Lain kali kalian berdua harus bilang kalau makan diluar, kan sayang masakan mama kalau nggak habis” Dini mengingatkan kedua putranya untuk memberikan kabar kalau keluar “Kan masih ada papa” celetuk Vino “kalian nggak kasian sama papa udah bundar tau” Dini melihat kearah suaminya yang berubah tambun padahal dulu mudanya punya otot sixpack “Mama, papa nggak bundar cuma kelebihan” kilah Dimas Sanjaya “Kelebihan berapa kilo pa” ucap Vino jahil “Udahlah kalian mandi sana, nanti kita ngobrol lagi” ucap Sanjaya pada kedua putranya “Ok. Kalau gitu aku ke kamar dulu pa, ma” pamit Aprelio “Aku ke atas dulu” ucap Vino Sementara Dini dan Sanjaya sarapan, Aprelio membersihkan diri dan berganti baju. Sementara Vino masih asyik telponan dengan Kimberly tunangannya. Setelah rapi Aprelio menghampiri abangnya, karena tiba-tiba datang membuat Vino tersentak kaget dan hampir saja jatuh begitu pula handphonenya karena keseimbangan yang goyah “Bang kamu nggak pa-pa” ucap Aprelio melihat abangnya yang hampir jatuh saat menyenderkan badan di dinding “Kamu sih ngagetin aja jadi orang” Vino kesal sambil mengecek handphonenya “Sorry” “Kamu habis telponan sama siapa bang” tanya Aprelio “Kepo” Vino yang acuh “Yaudah kalau nggak bilang, paling juga si kimchi” tebak Aprelio yang sudah hafal kelakuan kakaknya. "Siapa yang bisa bikin abangnya nurut, telponan lama yang pasti tunangannya Kimberly "pikir Aprelio dalam hati “Namanya Kimberly, bukan kimchi. Jangan kau ubah nama kakak ipar mu” gerutu Vino yang tak suka adek nya salah menyebutkan nama tunangannya “Halah sama aja, nggak ada pengaruhnya tuh. Lagian kapan kalian nikah udah 2 tahun kamu tunangan. Atau abang mau aku nikah duluan” seru Aprelio yang ingin abangnya ke jenjang pelaminan karena hubungannya sejak lama menggantung nggak jelas. Aprelio selalu merasa ada yang aneh dengan Kimberly tapi ragu untuk bicara karena tidak adanya bukti. “Sok kepedean nikah duluan. Abang juga maunya cepat nikah tapi dia belum siap. Abang nggak berani maksa” Vino sebenarnya siap lahir dan batin untuk menikah hanya saja tunangannya selalu menunda-menunda “Huh kalian aneh udah siap segalanya aja tinggal ijab qobul malah tetap kayak gini. Cepat nikahin dia bang keburu disambar orang” Aprelio mengingatkan abangnya. Jangan sampai kisahnya terulang pada abangnya selalu keduluan orang lain dan hanya bisa mengelus d**a. Dalam menikah persiapan matang agar menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah. Namun jika semua sudah lengkap, apa yang harus ditunggu. Alangkah baiknya jika pernikahan disegerakan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. “Abang juga bingung kenapa Kimberly selalu menunda pernikahan, tapi yang jelas abang yakin dia cinta dan setia. Mungkin dirinya butuh waktu sehingga abang harus bersabar” ucap Vino sendu. Vino juga ingin segera menikah mengingat usia yang cukup dewasa tapi apa mau dikata tunangannya belum bersedia “Terserah deh aku cuma ngingetin, semoga abang dapat yang terbaik” Aprelio berharap yang terbaik untuk abangnya “Aamiin” Vino juga mengharapkan hal yang sama, semoga Kimberly luluh dan bersedia menikah “Yaudah aku turun ke bawah dulu bang” “Ya” Vino melangkah ke kamar lalu bersiap untuk mandi. Sementara Aprelio turun ke bawah dan membaca Koran memeriksa situasi bisnis. Aprelio suka baca Koran baik cetak maupun online. Berselang beberapa menit Vino yang telah rapi turun berjalan ke ruang keluarga. Dan dilihatnya Aprelio yang sibuk membaca Koran dan minum teh. Vino pun duduk dan mencoba mengalihkan pikirannya. Jujur saja hubungan cinta dengan Kimberly terjalin lama mulai dari pacaran 5 tahun dan tunangan 2 tahun. Mereka melalui rintangan bersama-sama saling menguatkan dan menggenggam tangan. Tak jarang Vino merasa takut kalau tunangannya pindah ke lain hati, dia juga sudah berusaha membujuk Kimberly untuk menikah. Namun, Kimberly selalu memiliki alasan tepat untuk menolak pernikahan. Vino sendiri bingung dan hanya pasrah mencoba menjalani semua seperti air yang mengalir, dan berharap Kimberly bisa berubah pikiran. Aprelio yang sejak dari tadi mengamati Vino, bisa merasakan kecemasan abangnya, sejujurnya dia tidak mau mendesak abangnya tapi dia takut abangnya dikhianati sama seperti dia. Makanya Aprelio berusaha membujuknya entah benar atau tidak tindakannya. Menurut Aprelio selagi hubungan masih baik dan sudah siap secara materi, mental, maupun fisik mending nikah disegerakan agar tidak menambah dosa, sekalian menjalankan Ibadah kan dobel dapatnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN