Setelah lelah mengeluarkan isi hatinya pada Mitha dan Shiren, Malini menyantap makanan yang tersaji di hadapannya. Meskipun tadi nafsu makannya sempat hilang karena terlalu serius mencurahkan isi hatinya, juga rasa sedih yang kembali menyeruak membuat hatinya merasakan lagi rasa sakit itu. Namun kini rasa lapar itu kembali, membuat perutnya terdengar bergemuruh. "Perut lo nggak nyantai, Lin." Komentar Mitha. Shiren mengangguk setuju, "Iya, tau nih. Cantik - cantik perutnya barbar. Malu - maluin aja Lo." "Curhat ternyata menguras banyak energi juga ya." Jawab Malini cuek. Dia lalu melanjutkan, “Ini enak banget, ya ampun. Gue bisa nambah ntar.” Ucap Malini sambil menyuapkan potongan ikan yang dimasak dengan saus padang. “Iya, nggak masalah. Kita lupakan diet selama liburan. Yang penting

