-Flash Back - “Dan, please. Aku nggak bisa kalau kita kayak gini terus.” ucap Malini sambil menatap wajah Danesh dengan pandangan gusar. Rasanya seperti hampir putus asa menghadapi Danesh yang susah sekali diajak kerja sama. Danesh menjawab dengan nada yang cukup tinggi, “Kamu mau aku gimana, Lin? Aku ini normal. Yang benar aja kamu nyuruh aku ke psikolog. Aku bukan orang gila.” “Ya aku nggak bilang kamu gila, Dan. Nggak semua yang ke psikolog itu gila kok. Aku cuma mau kita konsultasi. Aku butuh penjelasan lebih, karena semua ini nggak bisa aku terima di otak aku. Kalo memang semuanya ini normal, aku bakal berusaha menyesuaikan diri. Tapi kalo nggak, mungkin ada cara supaya kamu bisa berubah.” Malini sebenarnya sudah hampir - hampir tidak tahan menghadapi Danesh akhir - akhir ini. Kare

