Khafi bingung menangani Malini yang pingsan saat itu. Dia tidak bisa memutuskan apakah akan membawa Malini ke rumah sakit atau bagaimana. Maka dia menghubungi Ale untuk meminta bantuan. Tidak perlu waktu lama bagi Ale untuk segera datang, karena selain jarak unitnya dan Malini memang dekat, pagi itu dia juga sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. Ale muncul di depan pintu unit Malini dengan wajah bingung. “Kenapa, Fi? Lo apain dia sampe pingsan gini?” tanya Ale saat melihat Malini yang terbaring di sofabed. Khafi melotot, “Gue baru dateng, nggak tahu kenapa dia tiba - tiba pingsan.” Elak Khafi pada Ale. Mungkin pada dirinya sendiri juga, karena saat ini dia mulai merasa bersalah pada Malini. Secara tidak langsung dia yang membuat Malini pingsan. Mungkin kekasihnya itu terlalu shock de

