“Lho? Ada Danesh di sini?” ucap Malini sembari menoleh ke arah Rafi. Perlahan dia melepaskan pelukannya pada lengan Rafi, merasa tidak nyaman seperti ketahuan melakukan sesuatu. Padahal jika dipikirkan lagi, dia sudah tidak ada hubungan lagi dengan Danesh selain berteman. Rafi mengangguk, “Iya, dia dari tadi sore di sini.” Daneh tersenyum sesantai mungkin, “Tumben lo kesini, Lin? Sendirian atau sama Khafi?” Malini menggeleng, “Nggak. Gue sendirian aja.” Danesh bisa merasakan bahwa Malini mempunyai tujuan tertentu dengan mendatangi Rafi malam ini. Tidak mungkin Malini datang sendirian jika tidak ada sesuatu hal yang terjadi. Maka dengan menekan segala rasa penasarannya, Danesh memilih untuk pergi demi memberikan ruang bagi Malini untuk bisa berdua dengan Rafi. Mungkin ada hal yang ing

