“Jawab dulu, Fi. Aku nggak akan bisa menelan makanan ini kalau kamu nggak selesaikan cerita kamu. Apa masalahnya?” “Jangan bilang kamu ke Singapura lagi buat ketemu sama dia?” Lanjut Malini seraya menggeleng tidak percaya. Khafi terlihat menggeleng, lalu mengangguk. Lalu menggeleng lagi. Hingga membuat Malini tertegun melihatnya. “Kamu kok ragu - ragu gitu jawabnya? Iya atau nggak?” “Ada beberapa hal yang kamu harus tahu. Dan semua ini di luar dugaan aku.” ucap Khafi sambil menggenggam tangan Malini. Malini menggeleng, “Dari nada bicara dan raut wajah kamu, sepertinya ini nggak akan menyenangkan buat aku dengar. Iya kan?” Khafi bisa melihat raut kecewa mulai tergambar di wajah cantik pada gadis di depannya ini. “Kamu harus tahu kalau aku sama sekali nggak bermaksud buat bikin kamu k

