“Kita kenapa sih?” tanya Rafi disela tawanya. Malini yang posisinya berada di samping Rafi lalu menyandarkan kepalanya ke pundak Rafi. “Kalo orang bilang, ada setan lewat. Jadi suasana di sekitar kita tuh kayak hening.” Danesh berdecak begitu mendengar ucapan Malini, “Lo percaya sama yang kayak begituan, Lin?” Malini lalu menggeleng, “Nggak sih. Nggak percaya juga.” “Oleh-oleh mana, Dan?” todong Rafi seraya menegakkan duduknya yang semula bersandar. Dan pergerakannya yang tiba-tiba itu membuat posisi Malini tergeser dan jatuh ke bagian belakang tubuh Rafi. “Fi, kalo mau bangun kasih aba-aba dulu kek. Astaga, gue dipantatin.” seru Malini sambil mencubit pinggang Rafi dengan keras. Setelah itu Malini pun bangun dan beranjak menuju ke lemari pendingin yang ada di sudut ruangan. Mengamb

