Pagi itu Khafi melajukan mobilnya menuju ke apartemen Malini. Rasanya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan orang yang membuatnya rindu itu. Sebuah paper bag tidak lupa dia bawa. Paper bag yang berisi sebuah dress berwarna broken white yang Khafi beli di Singapura beberapa hari yang lalu. Saat itu, dia sedang berada di pusat perbelanjaan, menuju ke store Neo di sana. Ekor matanya kemudian melihat sebuah manekin yang mengenakan dress berwarna broken white itu. Dress itu hanya sepanjang lutut, dengan potongan asimetris yang indah di mata Khafi. Dia bisa membayangkan Malini pasti akan cantik sekali jika mengenakannya. Maka tanpa berpikir panjang, Khafi membelinya. Dia tidak memikirkan apakah dress itu akan pas di tubuh Malini atau tidak. “Finally… Ketemu juga.” ucap Khafi saat Malini membuk

