Ada rindu yang mulai terasa ketika sudah beberapa hari ini Malini tidak bertemu Khafi. Meskipun lelaki itu masih selalu bertukar kabar dengannya setiap hari. Namun siapapun pasti setuju bahwa saling memberi kabar belum cukup untuk menuntaskan rindu, jika belum bertemu. Bahkan sebenarnya, berhubungan melalui pesan singkat atau telepon justru membuat rindu itu semakin menggila, bukannya semakin berkurang. Khafi batal pulang ke Jakarta sore itu. Dia menghubungi Malini bahwa ada beberapa hal yang belum bisa dia tinggalkan sehingga harus menunda kepulangannya satu hari lagi. Tanpa lelaki itu katakan, Malini sendiri bisa menangkap ada nada kerinduan setiap kali Khafi meneleponnya. Namun terkadang Malini juga bisa menangkap nada sedih pada suara lelaki itu. Bahkan sesekali Malini bisa mendengar

