Masih sama seperti pagi hari kemarin, Malini terbangun sekitar pukul lima pagi. Dia suka sekali menikmati udara pagi yang sejuk jika sedang berada di kota ini. Setelah menghidupkan pemanas air untuk membuat teh hangat, Malini membuka pintu menuju ke teras kamar yang ditempatinya sejak kemarin. Membiarkan udara pagi yang sejuk menyeruak masuk dan bersirkulasi menyegarkan udara di dalam kamar. Saat teh hangatnya sudah siap, Malini duduk di kursi dan menghadap ke arah kolam renang yang sepi. Sembari menunggu apakah Khafi akan kembali berenang pagi ini, seperti kemarin. Karena jujur saja, Malini sangat menikmati pemandangan paginya, ketika Khafi sedang berenang. Dan benar saja. Sekitar sepuluh menit kemudian terdengar suara seseorang melompat ke dalam air yang saat itu sedang tenang. “Nge-

