Part 42. For Me

1200 Kata

Senyuman tidak pernah luntur dari wajah Malini malam itu sejak mereka pulang dari makan malam nan romantis yang pasti tidak akan terlupakan bagi keduanya. Rasanya malam itu akan menjadi malam yang sangat panjang, karena setibanya di hotel, Malini tak kunjung dapat memejamkan mata. Bahkan setelah dia berganti pakaian dengan piyama tidur favoritnya, kemudian membersihkan wajahnya dari sisa - sisa make up, rasa kantuk itu tidak juga kunjung datang. Malini sendiri tidak perlu lagi mengeluarkan kata untuk menanggapi permintaan Khafi tadi. Karena ketika Malini melingkarkan kedua tangannya di pinggang lelaki itu, lalu membalas ciumannya, saat itu juga Khafi tahu bahwa Malini mengizinkannya. Mengizinkan lelaki itu untuk masuk dan mengisi hati Malini. Dan Khafi berjanji pada dirinya sendiri bahwa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN