Sepulang dari perjalanan mereka ke Singapore beberapa hari yang lalu, tentu saja ada yang berubah dari keduanya baik Malini maupun Khafi. Jika sebelumnya jarak di antara keduanya masih jelas terlihat, kini sudah tidak lagi. Khafi tahu Malini hanya hidup seorang diri, selain bersama teman - temannya. Maka dari itu Khafi selalu menyempatkan diri untuk selalu ada bagi Malini. Entah untuk bertemu, menemaninya pergi atau hanya sebatas saling berbagi kabar melalui sambungan telepon jika keduanya sedang sibuk. Khafi bahkan sudah memperkenalkan Malini pada kedua orang tuanya. Rencananya jika nanti kedua orang tuanya datang berkunjung, Khafi akan dengan segera membawa Malini untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Keyakinan Khafi untuk merajut masa depan bersama Malini mungkin sudah mencapai angk

